Entri Populer

foto

foto

Cari Blog Ini

Senin, 27 Desember 2010

Pelatihan & Perlengkapan Rescue

Pada saat ini Tanah air Indonesia tengah banyak dilanda bencana, mulai dari gempa bumi yang mengakibatkan tanah longsor, tsunami ada lagi meletusnya gunung dan banjir. Semua itu mengharuskan kita harus selalu siap mengantisipasinya. Perusahaan-perusahaan apalagi perusahaan besar dituntut untuk berperan serta membantu meringankan dampak dari bencana tersebut dengan program CSRnya, disamping itu perusahaan-perusahaan dituntut pula untuk mengamankan aset perusahaannya baik aset manusia maupun peralatan produksinya. Untuk itu kami merasa memepunyai tanggung jawab moral untuk membantu melatih perusahaan-perusahaan dalam menghadapi bencana, baik antisipasi, mitigasi, tanggap darurat hingga recovery. Kami mempunyai pengalaman yang cukup dalam melatih juga sebagai praktisi dilapangan, ingin melakukan sharing pada perusahaan-perusahaan atau instansi-instansi yang membutuhkan "pasukan trampil" dalam : Explorer Rescue yaitu model penyelamatan yang melatih pasukan mempunyai daya jelajah tinggi di medan gunung-hutan untuk diimplementasikan pada saat terjadi bencana yang mengakibatkan akses terputus dan mengharuskan menempuh medan2 sulit atau pencarian orang/aset hilang di medan gunung hutan. Water Rescue : Untuk mengantisipasi bencana banjir, atau pencarian orang disungai. Vertical Rescue untuk melatih evakuasi gedung tinggi atau penyelamatan2 pada medan vertical dengan ketinggian. dan Rescue2 lainnya sesuai kebutuhan perusahaan. kami juga menyediakan berbagai peralatan yang dibutuhkan dalam Rescue.
Untuk informasi silahkan hub : Rahmat Sofyan (0856.7842356) Rumah Petualang Jl Pahlawan 12A Kalibata.

Rabu, 26 Mei 2010

7 langkah bila gempa bumi

So sorry masih in english ya

Earthquakes are inevitable, but the damage from earthquakes is not- even in a large earthquake on the San Andreas fault such as the one described on previous pages. Many people think the destruction caused by earthquakes is unavoidable, and that our only option is to pick up the pieces after the shaking stops. Actually, almost all earthquake damages and losses can be reduced by steps you take before, during, and after. Many also think that all the damage and injuries from earthquakes comes from collapsing buildings. Again, this isn't the case. As buildings are designed better, more of the losses in earthquakes are from objects that break or fall on people causing injury.

The seven steps that follow include a range of actions to do before, during, and after earthquakes in order to be safe and reduce potential damage. In addition to following the steps at home, they should also be followed in schools, workplaces, and other facilities. If we all follow these steps, we may save billions of dollars and prevent countless casualties in the next large earthquake.

We're all in this together, so talk to your family, friends, neighbors, and co-workers about what you've learned in this handbook about earthquakes in southern California. Then discuss what everyone has done to prepare and plan together what else can be done. Visit www.daretoprepare.org for instructions and resources to help you act now.


Follow these seven steps to prepare your home, your school and your workplace for our next earthquake.

1. Identify potential hazards in your home and begin to fix them.
Earthquake safety is more than minimizing damage to buildings. We must also secure the contents of our buildings to reduce the risk to our lives and our pocketbooks.

Several people died and thousands were injured in the Northridge earthquake because of unsecured building contents such as toppling bookcases. Many billions of dollars were lost due to this type of damage. Much of this damage and injury could have been prevented in advance through simple actions to secure buildings and contents.

You should secure anything 1) heavy enough to hurt you if it falls on you, or 2) fragile and/or expensive enough to be a significant loss if it falls. In addition to contents within your living space, also secure items in other areas, such as your garage,to reduce damage to vehicles or hazardous material spills.

There may be simple actions you can do right now that will protect you if an earthquake happens tomorrow. START NOW by moving furniture such as bookcases away from beds, sofas, or other places where people sit or sleep. Move heavy objects to lower shelves. Then begin to look for other items in your home that may be hazardous in an earthquake.

Some of the actions recommended on this page may take a bit longer to complete, but all are relatively simple. Most hardware stores and home centers now carry earthquake safety straps, fasteners, and adhesives.

In the kitchen
Unsecured cabinet doors fly open during earthquakes, allowing glassware and dishes to crash to the floor. Many types of latches are available to prevent this: child-proof latches, hook and eye latches, or positive catch latches designed for boats. Gas appliances should have flexible connectors to reduce the risk of fire. Secure refrigerators and other major appliances to walls using earthquake appliance straps.

Objects on open shelves and tabletops
Collectibles, pottery objects, and lamps can become deadly projectiles. Use either hook and loop fasteners on the table and object, or non-damaging adhesives such as earthquake putty, clear quake gel, or microcrystalline wax to secure breakables in place. Move heavy items and breakables to lower shelves.

Hanging objects
Mirrors, framed pictures, and other objects should be hung from closed hooks so that they can't bounce off the walls. Pictures and mirrors can also be secured at their corners with earthquake putty. Only soft art such as tapestries should be placed over beds or sofas.

Electronics
Televisions, stereos, computers and microwaves and other electronics are heavy and costly to replace. They can be secured with flexible nylon straps and buckles for easy removal and relocation.

Furniture
Secure the tops of all top-heavy furniture, such as bookcases and file cabinets, to a wall. Be sure to anchor to the stud, and not just to the drywall. Flexible fasteners such as nylon straps allow tall objects to sway without falling over, reducing the strain on the studs. Loose shelving can also be secured by applying earthquake putty on each corner bracket.

In the garage or utility room
Items stored in garages and utility rooms can fall, causing injuries, damage, and hazardous spills or leaks. They can also block access to vehicles and exits. Move flammable or hazardous materials to lower shelves or the floor.

Water heater
Unsecured water heaters often fall over, rupturing rigid water and gas connections. If your water heater does not have two straps around it that are screwed into the studs or masonry of the wall, then it is not properly braced. This illustration shows one method of bracing a water heater. Bracing kits are available that make this process simple. Have a plumber install flexible (corrugated) copper water connectors, if not already done.

Bersambung...............

Rabu, 28 April 2010

Sebuah Cerita Pendidikan Dasar dalam Longmarch

Tepat jam 6 pagi di hari minggu disaat orang memulainya dengan berolah raga santai atau menghirup susu coklat kental didepan rumahnya, kami 105 orang yang berusaha mengetahui ketangguhan masing2, memulainya dengan langkah2 berat untuk longmarch selama 24 jam menyusuri jalanan raya, hutan dan menembus gunung, untuk memasuki barak komando ditengah2 hutan.
Aku berada di regu 15 beranggotakan 5 orang, tiap regu diberangkatkan dengan jeda 1 menit, aku belum mengenal betul anggota reguku, 2 orang dari jakarta dan 2 orang dari jawa tengah, semuanya membuat minder terutama yang dari Jakarta, perlengkapan mereka begitu comfort dan bagus, ransel merk karrimor yang pas dengan bentuk punggung nampaknya enak banget dipakai, beda dengan ransel ABRI ku yang harus ku tambal bagian pinggangnya dengan busa, dan itu pun ku beli bekas dari Jatayu tempat perlengkapan militer di kawasan bandung. Apalagi kalau berfikir perbekalan yang ku bawa benar2 minim dan standar sekali, untuk menambah tenaga aku hanya buat minuman gula merah dan asem, beda dengan yang lainnya mereka banyak juga yang membawa coklat dan susu.
Langkah-langkah awal adalah memasuki jalan raya dengan lalu lintas yg cukup ramai, aku masih sempat melewati SMA ku di kawasan Dago juga melewati ITB, aku lihat orang2 memperhatikan kami dari balik angkot atau mobil mereka ada juga yg menyemangati kami dari motornya seakan melepas kepergian kami, di beberapa sudut jalan, persimpangan dan belokan aku lihat para pelatih dengan mata sigapnya selalu memperhatikan kami. Setelah berbelok ke kawasan jalan ciumbuleuit yang tanjakannya panjang dan aduhai, mulailah siksaan begitu terasa, mengais sedikit demi sedikit mental dan semangat kami, ransel dipunggung dan sepatu lars mulai menjadi beban yang mantap, teman se reguku Gatot anak Jakarta yang menggunakan karrimor pun mulai mengeluh, tangan2 kekarnya sudah kerap meraih minuman dari veldplesnya. Hari itu memang terasa panas sekali padahal waktu baru sekitar jam 9 pagi.
Di tengah kawasan puncrut sebelum Lembang sekitar 3 jam perjalanan rekanku Gatot "Karrimor" tadi mulai sering istirahat, hal ini membuat regu kami tersusul regu2 lain di belakang kami, solusinya adalah bergantian membawakan karrimornya itu,aduuh akhirnya sempat juga mencoba karrimor tapi ku kira bukan dengan cara seperti ini, keluhku memelas dalam hati, karena sampai Tangkuban Perahu nanti keutuhan dan kerjasama regu harus tetap terjaga.
Dengan susah payah regu kami memasuki alun2 Lembang, saat itu pas waktu dhuhur, kami diberi waktu istirahat untuk shalat dan makan siang selama 1/2 jam, pada saat istirahat rekan kami tadi ternyata melapor pada pelatih dan menyatakan mengundurkan diri, saat itu juga kami melepas rekan kami itu dengan upacara perpisahan, beberapa barang dan perbekalannya di wariskan pada kami, kami bingung dengan keputusannya itu, baru 6 jam berjalan sudah mengundurkan diri, ini adalah hari pertama kami melalui pendidikan, kami tidak mampu membayangkan bagaimana 28 hari kedepan, akankah kami mampu. Terutama mengalahkan hasrat kami sendiri yang sehari-harinya melalui kehidupan ini terlalu mudah. Bersambung

Kamis, 22 April 2010

Check list Perlengkapan - sebuah cerita menghadapi pendidikan dasar

Dari sinar temaram lampu mercury jalan Tohaga Bandung, aku lihat pelatih kurus berambut gondrong memanggilku, kebetulan aku memang terlambat datang, pagi itu seharusnya jam 5 harus sudah berada ditempat, tapi karena banyaknya check list yang harus dipenuhi membuat aku terlambat.
tanpa ba bi bu, dia berteriak : siswa 2 seri!! artinya 20 x push up harus ku lakukan, tanpa banyak tanya akupun langsung mencari posisi diantara batu2 kerikil untuk memulainya, ransel besar dipunggung menambah beratnya ujian ini. setelah selesai ritual itu aku teriakan Bhirawa !! tapi si rambut gondrong belum merasa puas, dan memerintahkan aku untuk berguling kedepan atau koprol dibatuan koral,alhasil barang2 yang tadi belum aku pak dengan kuat berceceran keluar. sekitar 5x berguling akhirnya hukuman berakhir.
sekarang saatnya untuk menggelar segala perlengkapan di atas ponco, semua perlengkapan aku susun rapi sesuai checklist yang telah ditentukan, beberapa barang yang tercecer tadi seperti batu baterai dan batu asahan sudah disusun juga. sesaat waktu itu aku berkesempatan melihat siswa lain ada yang tertunduk, ada yang bingung, ada yg berlari mungkin mencari kekurangan barang, ada juga yang nasibnya seperti aku tadi. akupun beraharap cemas, semoga check akhir kesiapan perlengkapan sudah okay, beberapa PR dari maghrib kemarin sudah aku tuntaskan, sepatu Lars sudah aku jahit ulang agar tidak jebol, batu asahan dan kaos kaki cadangan juga sudah okay. si gondrong datang setelah ia memeriksa siswa sebelahku, satu persatu ia meneriakan perlengkapan dan dengan sigap aku memperlihatkannya, beberapa kali ia meneliti dengan seksama apakah perlengkapan itu sesuai dengan standar yang ditentukan atau tidak. kali ini rasanya lega pelatih menyatakan perlengkapanku siap dan layak mengikuti pendidikan dasar Bhirawa, sebuah perkumpulan pendaki gunung terbaik dinegeri ini dan aku idamkan sejak lama.
Tepat jam 6 pagi di hari minggu disaat orang memulainya dengan berolah raga santai atau menghirup susu coklat kental didepan rumahnya, kami 105 orang yang berusaha mengetahui ketangguhan masing2, memulainya dengan langkah2 berat untuk longmarch selama 24 jam menyusuri jalanan raya, hutan dan menembus gunung, untuk memasuki barak komando ditengah2 hutan. bersambung

Jumat, 19 Februari 2010

PENDIDIKAN DASAR WANADRI 2010

All petualang mania, yang ingin menguji adrenalinnya, sebentar lagi Wanadri bakal menggelar kembali Pendidikan Dasarnya, setelah terakhir kalinya digelar pada tahun 2008.
Siapkan fisik, mental dan perlengkapan Anda.
sampai bertemu di Pendidikan Dasar Wanadri 2010.
sampai bertemu lagi dalam info selanjutnya di Blog Petualang ini.

Hough !!

Jumat, 22 Januari 2010


Live Stream

Rabu, 06 Januari 2010

WANADRI Siap Mencapai The world 7 summits

Baru saja Wanadri mempresentasikan pada Menpora tentang rencananya untuk mencapai 7 puncak dunia di 7 benua, memang rasanya sayang sekali bila Indonesia belum mempunyai orang atau tim yang bisa mencapai 7 puncak tersebut, padahal salah satu puncak itu ada dikawasan Republik ini. Puncak Jaya (Carstensz) di pegunungan jaya wijaya adalah salah satu puncak tersebut.
mudah2an saja rencana ini bisa terealisasi disaat kita butuh sebuah moment yang bisa membangkitkan harga diri bangsa ini.

Setidaknya akan mengulang kebanggaaan kita pada saat rekan2 kita dari tim gabungan KOPASSUS WANADRI MAPALA FPTI sukses mencapai puncak Mount Everest.

Terlepas dari Pro dan Kontra proyek ambisius dari Danjen Kopassus waktu itu Mayjend Prabowo. kita memang perlu hal2 seperti itu, untuk memperlihatkan bahwa bangsa ini sebenarnya mampu bersaing.

Bisa rekan2 bayangkan anak2 dari negeri Tropis yang mungkin hanya baru melihat es dan salju di freezer lemari es bisa menaklukan puncak tertinggi didunia.

WANADRI !!
INDONESIA !!

WANADRI Siap Mencapai The world 7 summits

Baru saja Wanadri mempresentasikan pada Menpora tentang rencananya untuk mencapai 7 puncak dunia di 7 benua, memang rasanya sayang sekali bila Indonesia belum mempunyai orang atau tim yang bisa mencapai 7 puncak tersebut, padahal salah satu puncak itu ada dikawasan Republik ini. Puncak Jaya (Carstensz) di pegunungan jaya wijaya adalah salah satu puncak tersebut.
mudah2an saja rencana ini bisa terealisasi disaat kita butuh sebuah moment yang bisa membangkitkan harga diri bangsa ini.

Setidaknya akan mengulang kebanggaaan kita pada saat rekan2 kita dari tim gabungan KOPASSUS WANADRI MAPALA FPTI sukses mencapai puncak Mount Everest.

Terlepas dari Pro dan Kontra proyek ambisius dari Danjen Kopassus waktu itu Mayjend Prabowo. kita memang perlu hal2 seperti itu, untuk memperlihatkan bahwa bangsa ini sebenarnya mampu bersaing.

Bisa rekan2 bayangkan anak2 dari negeri Tropis yang mungkin hanya baru melihat es dan salju di freezer lemari es bisa menaklukan puncak tertinggi didunia.

WANADRI !!
INDONESIA !!