Entri Populer

foto

foto

Cari Blog Ini

Rabu, 28 April 2010

Sebuah Cerita Pendidikan Dasar dalam Longmarch

Tepat jam 6 pagi di hari minggu disaat orang memulainya dengan berolah raga santai atau menghirup susu coklat kental didepan rumahnya, kami 105 orang yang berusaha mengetahui ketangguhan masing2, memulainya dengan langkah2 berat untuk longmarch selama 24 jam menyusuri jalanan raya, hutan dan menembus gunung, untuk memasuki barak komando ditengah2 hutan.
Aku berada di regu 15 beranggotakan 5 orang, tiap regu diberangkatkan dengan jeda 1 menit, aku belum mengenal betul anggota reguku, 2 orang dari jakarta dan 2 orang dari jawa tengah, semuanya membuat minder terutama yang dari Jakarta, perlengkapan mereka begitu comfort dan bagus, ransel merk karrimor yang pas dengan bentuk punggung nampaknya enak banget dipakai, beda dengan ransel ABRI ku yang harus ku tambal bagian pinggangnya dengan busa, dan itu pun ku beli bekas dari Jatayu tempat perlengkapan militer di kawasan bandung. Apalagi kalau berfikir perbekalan yang ku bawa benar2 minim dan standar sekali, untuk menambah tenaga aku hanya buat minuman gula merah dan asem, beda dengan yang lainnya mereka banyak juga yang membawa coklat dan susu.
Langkah-langkah awal adalah memasuki jalan raya dengan lalu lintas yg cukup ramai, aku masih sempat melewati SMA ku di kawasan Dago juga melewati ITB, aku lihat orang2 memperhatikan kami dari balik angkot atau mobil mereka ada juga yg menyemangati kami dari motornya seakan melepas kepergian kami, di beberapa sudut jalan, persimpangan dan belokan aku lihat para pelatih dengan mata sigapnya selalu memperhatikan kami. Setelah berbelok ke kawasan jalan ciumbuleuit yang tanjakannya panjang dan aduhai, mulailah siksaan begitu terasa, mengais sedikit demi sedikit mental dan semangat kami, ransel dipunggung dan sepatu lars mulai menjadi beban yang mantap, teman se reguku Gatot anak Jakarta yang menggunakan karrimor pun mulai mengeluh, tangan2 kekarnya sudah kerap meraih minuman dari veldplesnya. Hari itu memang terasa panas sekali padahal waktu baru sekitar jam 9 pagi.
Di tengah kawasan puncrut sebelum Lembang sekitar 3 jam perjalanan rekanku Gatot "Karrimor" tadi mulai sering istirahat, hal ini membuat regu kami tersusul regu2 lain di belakang kami, solusinya adalah bergantian membawakan karrimornya itu,aduuh akhirnya sempat juga mencoba karrimor tapi ku kira bukan dengan cara seperti ini, keluhku memelas dalam hati, karena sampai Tangkuban Perahu nanti keutuhan dan kerjasama regu harus tetap terjaga.
Dengan susah payah regu kami memasuki alun2 Lembang, saat itu pas waktu dhuhur, kami diberi waktu istirahat untuk shalat dan makan siang selama 1/2 jam, pada saat istirahat rekan kami tadi ternyata melapor pada pelatih dan menyatakan mengundurkan diri, saat itu juga kami melepas rekan kami itu dengan upacara perpisahan, beberapa barang dan perbekalannya di wariskan pada kami, kami bingung dengan keputusannya itu, baru 6 jam berjalan sudah mengundurkan diri, ini adalah hari pertama kami melalui pendidikan, kami tidak mampu membayangkan bagaimana 28 hari kedepan, akankah kami mampu. Terutama mengalahkan hasrat kami sendiri yang sehari-harinya melalui kehidupan ini terlalu mudah. Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kami tunggu komentar rekan2 petualang.