Entri Populer

foto

foto

Cari Blog Ini

Rabu, 19 Januari 2011

KAFIYEH

Siapa yang tidak mengenal Kafiyeh ini, ia adalah selembar kain scarf tradisional masyarakat palestina, yang pada akhirnya menjadi simbol perjuangan masyarakat Palestina terhadap penjajah Israel. Dikalangan petualang dikenal juga Bandana atau Syal dengan ukuran yang lebih kecil dari kafiyeh. Fungsinya macam2 mulai dari handuk/lap, bebat, pengukur jarak, kain bidai, penanda o


rganisasi, ikat kepala dsb, fungsi itu tidak jauh dari fungsi Kafiyeh yang digunakan para pejuang palestina. Rasanya mantap juga bila petualang menggunakan kafiyeh ini, lumayan, bisa jadi penghangat leher juga bila kedinginan, bahkan beberapa pasukan NATO dan amerika menggunakan yang satu ini dalam pertempurannya, dan saat ini para model dan remaja2 di eropa pun cukup berminat dengan kafiyeh.

Selasa, 11 Januari 2011

Mengenal Indosat Rescue Squad


Berawal dari beruntunnya bencana di tanah air mulai dari gempa besar di Aceh yang mengakibatkan tsunami lalu gempa Jogja, hingga tsunami di Pangandaran.
Akhirnya berdasarkan keputusan manajemennya, Indosat membentuk tim SAR pada Des 2006. Tim yang baru saja terbentuk ini, di Awal Feb 2007 sudah dihadapkan banjir besar jakarta, yang menenggelamkan 1/4 kota Jakarta beserta satelitnya Tangerang & Bekasi. Dengan Misi menyelamatkan Manusia, Perangkat dan kelangsungan operasinya, Tim SAR Indosat menjadi pelopor Tim SAR dari operator Telekomunikasi. Dan pada banjir jakarta 2007 itu Tim ini menjadi idola sebagian penduduk Jakarta, Tangerang dan Bekasi karena kegesitannya dalam menolong mereka, Tim ini juga me"recovery" jaringan telekomunikasinya sehingga tetap dapat memberikan layanan pada masyarakat. Dari cikal bakalnya di Jakarta, tim SAR ini, saat ini telah berubah menjadi Indosat Rescue Squad yang telah tersebar di 8 regionalnya di seluruh indonesia. Tim ini juga berkemampuan untuk bergerak menjadi tim rescue di segala jenis bencana, seperti Fire Rescue untuk antisipasi kebakaran, Explorer Rescue untuk antisipasi putusnya akses jalan menuju korban dan BTS, Water Rescue untuk bencana banjir, Vertical Rescue untuk evakuasi gedung tinggi, serta berkemampuan menjadi seorang First Aider bahkan kedepannya berkemampuan MFR (Medical First Responder) dan USAR (Urban SAR) utk mengantisipasi bencana perkotaan seperti kecelakaan2 kerja, tabrakan, gedung runtuh dsb.
seperti motonya "We Row, Hike and Climb for Rescue" Indosat Rescue Squad akan terus berlatih untuk menolong sesama hidup.

Bravo Indosat Rescue !!

Jumat, 07 Januari 2011

Manajemen Perjalanan untuk bertualang

Manajemen Perjalanan (Trip Management)

Definisi
Secara umum Perjalanan adalah sebuah bentuk aktifitas yang mengakibatkan kita berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Ada perjalanan yang perlu waktu singkat dan ada juga perjalanan yang perlu waktu lama, ada perjalanan bisa dilakukan sendiri dan ada juga yg harus berkelompok dsb.

Maka perjalanan itu memerlukan sebuah “PERENCANAAN” atau “MANAJEMEN” agar tujuannya dapat tercapai.

Kapan Diperlukan dan Untuk Apa ?
Sebelumnya, sebagai tahap persiapan
Pada hari H, sebagai panduan pelaksanaan
Setelahnya, sebagai tahap pelaporan

Untuk Mengantisipasi Segala Kemungkinan Terburuk
Untuk Memberi Kenikmatan Perjalanan
Untuk Membuat Sebuah Referensi dan Dokumentasi

Kemampuan Apa yang dibutuhkan Petualang ? :

Kemampuan Teknis
Kemampuan Fisik
Kemampuan Mental
Kemampuan Memahami Alam

Kemampuan2 tersebut Wajib dikuasai dalam setiap kegiatan alam terbuka khususnya yang ingin lebih serius dan menempuh perjalanan yang lebih beresiko tinggi!

Jenis Bahaya dalam Petualangan :
Bahaya Subjektif : Bahaya yang disebabkan dari diri sendiri – lebih mudah diantisipasi

Bahaya Objektif : Bahaya yang disebabkan dari Alam / kondisi – lebih sulit dihindari

Ingat ! Kecelakaan lebih banyak karena kelalaian Manusianya dibanding oleh keganasan Alamnya !

Faktor Alam : mencakup pemahaman lokasi tujuan, medan, iklim dan berbagai hal menyangkut lingkungan yang dituju.
Faktor Personil : mencakup cara pemilihan tim, kepemimpinan, organisasi, dan berbagai hal menyangkut kemampuan personil.
Faktor Penyelenggaraan : mencakup Faktor Teknis, Non Teknis dan Semi Teknis

Ingat ! Kekuatan sebuah Tim terletak pada anggota yang Terlemah !!


Rencana Operasi Perjalanan adalah sebuah “Run Down” detail tahapan2 apa saja yang akan kita lakukan dalam sebuah perjalanan. Mencakup seluruh aktifitas perjalanan seperti : Pembagian tugas, Skenario Emergensi (ERP), Komunikasi, Perbekalan, Dokumentasi, Transportasi dsb

Naismith’s Rule adalah cara klasik dalam memperkirakan waktu tempuh, hal ini berguna dalam manajemen perjalanan kita

Kecepatan rata-rata orang berjalan di medan datar tanpa rintangan adalah 5 Km/jam
Setiap kenaikan ketinggian 300 m ditambah 0,5 jam
Setiap penurunan 300 m ditambah 10 menit

selamat bertualang dan kembalilah dengan selamat !

Selasa, 04 Januari 2011

SASARAN PUKULAN KITA BILA TERDESAK

Dalam bertualang terkadang kita banyak memasuki daerah-daerah yang tidak aman, daerah yang benar-benar baru didatangi oleh kita, dalam keadaan terdesak terkadang hanya kitalah yang bisa menolong kita. beberapa kali ada kejadian para petualang diganggu oleh penjahat. Jadi apa yang bisa kita lakukan selain membela diri, tidak ada selain membela diri itu sendiri. berikut gambar yang memudahkan kita untuk mengetahui sasaran yang paling mematikan apabila kita diganggu penjahat. setelah itu lari dan berteriak.


selamat bertualang dengan aman !

Senin, 03 Januari 2011

Tim 7 Summits Indonesia - Wanadri


Tim 7 Summits Indinesia - Wanadri , Mencapai Puncak Aconcagua - Argentina
Puente del Inca 2 Jan 2011, 16.23

Sebelumnya pada akhir Desember 2010 lalu 3 pendaki Wanadri termasuk ketua Tim Pendakinta Ardhesir Yaftebbi, berhasil mencapai puncak bersama Martin Rimbawan dan Fadjri Al Luthfi, kali ini 3 orang lainnya telah mencapainya juga. seperti berita langsung dari Ketua Tim pendaki dibawah ini pada manager base camp. Galih Donikara.

Salam, Pak Galih dan saudaraku di Tanah air, Saya baru saja dapat informasi via radio dari Base Camp Aymara di Plaza de Mulas 4.300 m. Saudara kita 3 orang, Nurhuda, Iwan Irawan dan Popo Nurrakhman (Metro TV), hari ini tanggal 2 Januari sekitar pukul 16.00 waktu Argentina, telah berhasil mencapai titik tertinggi Gunung Aconcagua 6.962 m.

Ketiganya sampai dengan berita ini dikirim, masih berada di sekitar kawasan puncak, dan akan segera turun kembali menuju Camp 3 Colera 5.950 m. Ketiganya dalam kondisi sehat walafiat. Besok pagi, 3 Jan 2011, ketiganya akan turun dari Camp 3 Colera, langsung ke Base Camp Plaza de Mulas 4.300 m. Disana mereka bermalam dan tgl 4 Jan akan turun dan bergabung dengan tim yang lain, yang telah menunggu di Puente del Inca. Tgl 4 Jan, seluruh tim akan bergeser ke Mendoza.
Terima kasih sebesar-besarnya pada seluruh saudaraku yang turut mendoakan keberhasilan ekspedisi ini. Mohon terus dukungannya sampai kami tiba kembali di Tanah air tanggal 10 Jan nanti.
Sekian, sekilat info dari lapangan.

Salam 7S,
Ardeshir Yaftebbi
W 859 Hujan Rimba
Dantim Pendaki